Jumat, 31 Mei 2019

TCP/IP

A. Pengertian TCP/IP
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah gabungan dari protokol TCP (Transmission Control Protocol) dan IP (Internet Protocol) sebagai sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet yang akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang dituju. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena protokol tersebut merupakan gabungan dari kumpulan-kumpulan protokol(Protokol Suite).
Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja.Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai IP Address yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows maupun LINUX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.
B. Arsitektur TCP/IP
Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis pada OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. TCP/IP merngimplementasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis. Empat lapis ini, dapat dipetakan terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Setiap lapisan yang dimiliki oleh protocol suite TCP/IP diasosiasikan dengan protokolnya masing-masing. Protokol utama dalam protokol TCP/IP adalah sebagai berikut:
  1. Protokol lapisan aplikasi:
Protokol lapisan aplikasi digunakan untuk menyediakan akses  kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP. protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan Interface Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).
  1. Protokol lapisan antar-host:
Protokol lapisan aplikasi berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented ataubroadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalahTransmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP).
  1. Protokol lapisan network:
Protokol lapisan network bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan(routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
  1. Protokol lapisan interface jaringan:
Protokol lapisan interface jaringan bertanggung jawab untuk meletakkanframe-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN danWAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM)).
C. Addressing
Protokol TCP/IP menggunakan dua buah skema pengalamatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah komputer dalam sebuah jaringan atau jaringan dalam sebuah internetwork, yakni sebagai berikut:
  1. IP Addressing:
IP Addressing yang berupa alamat logis yang terdiri atas 32-bit (empat oktet berukuran 8-bit) yang umumnya ditulis dalam formathttp://www.xxx.yyy.zzz. Dengan menggunakan subnet mask yang diasosiasikan dengannya, sebuah alamat IP pun dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni Network Identifier (NetID) yang dapat mengidentifikasikan jaringan lokal dalam sebuah internetwork dan Host identifier (HostID) yang dapat mengidentifikasikan host dalam jaringan tersebut. Sebagai contoh, alamat 205.116.008.044 dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask 255.255.255.000 ke dalam Network ID205.116.008.000 dan Host ID 44. Alamat IP merupakan kewajiban yang harus ditetapkan untuk sebuah host, yang dapat dilakukan secara manual (statis) atau menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)(dinamis).

Daftar pustaka : 
http://makalahjaringandasar.blogspot.com/
http://www.alltutorials.info/2014/12/pengertian-alamat-khusus-ip-private-dan-subnetmask.html
http://hanifahidiana.blogspot.com/2011/12/subnetting-dan-supernetting.html
http://yadicucuklauk.blogspot.com/2011/11/subnetting-dan-supernetting.html